Archive for August, 2008

7 Langkah Membantai Virus MaxTrox

Sunday, August 24th, 2008

Jakarta - Virus MaxTrox (Maximum Troxer) yang dideteksi sebagai W32/Dloader.HFZC, mengubah wallpaper desktop di komputer menjadi gambar MaxTrox. Wallpaper ini akan aktif pada setiap tanggal 1 s/d 6 pada bulan April, Agustus dan Desember.

Untuk membersihkan virus MaxTrox, ikuti langkah-langkah berikut ini:

1. Sebaiknya lakukan pembersihan pada mode Safe Mode.

2. Matikan proses virus yang aktif di memori. Gunakan tools pengganti task manager, seperti Itty Bitty Process Manager yang dapat didownload di: http://majorgeeks.com/Itty_Bitty_Process_Manager_d4690.html.

Lakukan kill process, pada file virus yang aktif yaitu:

* C:\Documents and Settings\%user%\Application Data\Microsoft\%dsh%.exe (nama virus random/acak, semisal aizw.exe, scnp.exe, dll).

3. Hapus string registry yang telah dibuat oleh virus. Untuk mempermudah dapat menggunakan script registry dibawah ini:

[Version]
Signature=”$Chicago$”
Provider=Vaksincom Oyee

[DefaultInstall]
AddReg=UnhookRegKey
DelReg=del

[UnhookRegKey]
HKLM, SOFTWARE\Classes\batfile\shell\open\command,,,”"”%1″” %*”
HKLM, SOFTWARE\Classes\comfile\shell\open\command,,,”"”%1″” %*”
HKLM, SOFTWARE\Classes\exefile\shell\open\command,,,”"”%1″” %*”
HKLM, SOFTWARE\Classes\piffile\shell\open\command,,,”"”%1″” %*”
HKLM, SOFTWARE\Classes\regfile\shell\open\command,,,”regedit.exe “%1″”
HKLM, SOFTWARE\Classes\scrfile\shell\open\command,,,”"”%1″” %*”
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon, Shell,0, “Explorer.exe”
HKLM, SYSTEM\ControlSet001\Control\SafeBoot, AlternateShell,0, “cmd.exe”
HKLM, SYSTEM\ControlSet002\Control\SafeBoot, AlternateShell,0, “cmd.exe”
HKLM, SYSTEM\ControlSet003\Control\SafeBoot, AlternateShell,0, “cmd.exe”
HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot, AlternateShell,0, “cmd.exe”

HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced, ShowSuperHidden, 0×00010001,1
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced\Folder\SuperHidden, CheckedValue, 0×00010001,0
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced\Folder\SuperHidden, DefaultValue, 0×00010001,0
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced\Folder\ShowFullPath, DefaultValue, 0×00010001,0

[del]
HKCR, exefile, NeverShowExt
HKLM, SOFTWARE\Classes\exefile, NeverShowExt
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run, VisualStyle
HKCU, Control Panel\Desktop, SCRNSAVE.EXE

* Gunakan notepad, kemudian simpan dengan nama “repair.inf” (gunakan pilihan Save As Type menjadi All Files agar tidak terjadi kesalahan).
* Jalankan repair.inf dengan klik kanan, kemudian pilih install.
* Sebaiknya membuat file repair.inf di komputer yang clean, agar virus tidak aktif kembali.

4. Hapus file induk virus yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

* Icon “WinRAR”
* Ekstensi *.exe, *.scr, *.msd, *.sysm
* Ukuran 77 KB

Catatan:

* Sebaiknya tampilkan file yang tersembunyi agar mempermudah dalam proses pencarian file virus.
* Untuk mempermudah proses pencarian sebaiknya gunakan “Search Windows” dengan filter file *.exe, *.scr, *.msd, *.sysm yang mempunyai ukuran 77 KB.
* Hapus file virus yang biasanya mempunyai date modified yang sama.

5. Hapus file duplikasi virus pada folder C:\Program Files (biasanya file virus diikuti file executable asli yang telah di-rename menjadi EXE File oleh virus).

6. Ubah kembali ekstensi file executable yang telah di-rename oleh virus pada folder C:\Program Files. Gunakan software/tool untuk mempermudah rename ekstensi secara cepat, misalnya Extention Renamer.

7. Untuk pembersihan yang optimal dan mencegah infeksi ulang, sebaiknya gunakan antivirus yang ter-update dan dapat mengenali virus tersebut untuk mempermudah penghapusan virus.

Tips Merawat Komputer

Friday, August 22nd, 2008

Sering muncul pertanyaan baik di kantor, kampus, ataupun forum-forum:
“Kenapakomputer saya semakin lambat? Dulu waktu pertama beli, kencang kok..”

Pertanyaan ini sangatlah wajar dan acapkali memang terjadi demikian, komputer baru beli, baru install Sistem Operasi akan terasa lebih kencang dibandingkan dengan 1 tahun setelahnya, atau bahkan beberapa bulan setelahnya. Kenapa?

Ada sangat banyak faktor sebenarnya yang menyebabkan komputer semakin melambat dan berikut ini sedikit tips untuk merawat komputer:

1. Komputer kita secara subjektif sudah kita klaim lambat, karena telah kita bandingkan dengan komputer teman-teman kita yang lain yang relatif lebih baru dan/atau memiliki spesifikasi yang lebih tinggi.

2. Banyak file sampah di harddisk. Coba cek size “C:\Documents and Settings”. Terkejutkah anda melihat ukuran folder tersebut. Biasanya orang yang jarang melakukan tune-up terhadap komputernya akan tercengang-cengang melihat size direktori tersebut. Apa aja sih isinya kok sampai sebegitu besar? Untuk itu sering-seringlah melakukan pembersihan.
Caranya: Kalau manual lebih ribet, karena harus masuk ke direktori masing-masing user, unhide folder, hapus isi file temporary internet ataupun tempnya windows. Tapi kalau mau otomatis, gunakan software seperti system mechanic, Tweak XP, dll.

3. Jangan biarkan resource memori ‘diperkosa’ oleh service ataupun startup yang tidak perlu.
- Coba masuk ke Run > ketik ‘msconfig’
- Pada Tab Services, ceklist ‘Hide All Microsoft Services’. Perhatikan: terdaftar service - service yang tersedia selain punya Microsoft. Perhatikan dengan saksama, segera ‘uncheck’ jika merasa suatu service tertentu tidak kita butuhkan.
- Pada Tab Startup, perhatikan: terdaftar aplikasi-aplikasi yang akan dijalankan ketika komputer startup. Efisienkan segera. Jangan biarkan aplikasi-aplikasi yang tidak kita butuhkan pada saat startup dalam keadaan ter-checklist, karena program tersebut akan ‘memperkosa’ resource memory.
- Tekan tombol OK, dan silakan restart.

4. Install antivirus, dan sering-sering melakukan update. Antivirus tanpa diupdate sama dengan obat antibiotik yang sudah expire, yang tidak mampu melawan virus. Usahakan jangan ada virus yang menerobos sistem.

5. Defrag harddisk anda jika diperlukan. Terlalu sering melakukan defrag juga tidak terlalu berguna. Perlu tidaknya suatu Harddisk di defrag dapat dilihat dari tombol analize ketika akan mendefrag harddisk.

6. Backup Registry. Hal ini tidak akan mempercepat komputer anda, tapi akan sangat berguna apabila ada kerusakan registry akibat corrupt, virus, dsb.

7. Kenali perilaku komputer anda. Sering lihat Task Manager ketika komputer melambat. Perhatikan aplikasi mana yang memakan resource RAM atau CPU yang paling banyak. Segera analisis jika terjadi keanehan, misalnya ada file exe yang memakan resource RAM sangat besar padahal kita tidak sedang mengeksekusi apa-apa dan kita tidak mengenali nama aplikasi itu.

Sekian sedikit tips untuk bagaimana merawat komputer supaya lebih awet dan tetap terjaga kekencangannya…
kalau ada info lain, silakan beri komentar.. Terima Kasih.

Crack/Reset Password XP

Friday, August 22nd, 2008

Maaf jika kedengarannya sudah usang, namun sampai saat ini, menurut sandbox nya google.com, search untuk keyword ‘crack password XP’ masih tinggi, yang pada konsekuensi mengindikasikan bahwa sampai saat ini masih banyak orang yang belum tahu cara me-reset password Windows XP, atau setidaknya, sampai saat ini masih banyak orang yang BERMASALAH dengan Password di Windows XP.

Terlepas dari tujuannya untuk nge-crack untuk tujuan jahat atau baik, namun tetap saja informasi ini akan sangat berguna.
Pernahkah kita lupa dengan password Window XP kita atau iseng-iseng kita ingin menghack komputer teman atau orang lain??

Pada dasarnya cukup sulit untuk menghack password login windows, namun dengan bantuan beberapa tools maka hal tersebut dapat dilakukan.

Whats Needed?? :
1. Offline NT pw & Registry Editor.
2. Kemampuan Bahasa Inggris.
3. Floppy Disk atau CD Drive.

Mission Target :
- Mereset Password Login Windows XP.
- Menjebol Login Windows XP.

Mission Start :
1. Pertama-tama jika kita tidak memiliki program Offline NT pw, maka mampir terlebih dahulu ke situs : http://home.eunet.no/pnordahl/ntpasswd/bootdisk.html untuk mendownload program tersebut. Kita bisa mendownload program untuk floppy atau juga untuk CD.
Sedikit Keterangan : Untuk menggunakan tools ini kita harus membuat bootable floppy atau juga CD. Saya lebih menyarankan untuk menggunakan versi bootable CD, karena tools dalam CD akan lebih lengkap sedangkan untuk versi floppy kita harus mengistall driver SCSI. So, cari yang mudahnya saja toh.

2. Jika kita sudah mendownload program tersebut yang harus kita lakukan adalah memburn program yang sudah dalam bentuk ISO tersebut ke sebuah CD kosong. Sayangnya program tersebut besarnya hanya 2 Mb, jadi sebenarnya agak mubazir jika memburn file sebesar itu ke CD yang berkapasitas 700 Mb.

3. Oke disinilah kita mulai beraksi. Anggap saja kita lupa dengan password login Windows XP di komputer kita dan kita akan mencoba mereset passwordnya menjadi blank agar dapat masuk kembali ke account kita tanpa memasukkan password. Caranya pastikan BIOS sudah terset untuk boot lewat CD. Kemudian masukkan CD yang berisi program tadi, lalu boot lewat CD tersebut.

4. Pada dasarnya inilah langkah-langkah yang akan kita lakukan nanti :
- Memilih hardisk/pastisi dimana system operasi windows berada.
- Memilih path tempat system berada.
- Memilih file/jenis registry yang akan kita edit.
- Mereset password atau pengeditan lainnya.
- Menulis hasil editan ke System.

* Memilih Partisi/disk.

=========================================================
. Step ONE: Select disk where the Windows installation is
=========================================================
Disks:
Disk /dev/ide/host0/bus0/target0/lun0/disc: 2147 MB, 2147483648 bytes
NT partitions found:
1 : /dev/ide/host0/bus0/target0/lun0/part1 2043MB Boot

Please select partition by number or
a = show all partitions, d = automatically load new disk drivers
m = manually load new disk drivers
l = relist NTFS/FAT partitions, q = quit
Select: [1]

Di atas merupakan tampilan ketika kita akan memilih di partisi mana windows kita berada. Pada umumnya kita hanya menginstal pada satu partisi saja. Jadi secara default program akan memberikan pilihan satu saja tempat windows berada.
Jika tampilan path hardisk tidak muncul kemungkinan kita harus meload driver untuk hardisk. tekan d untuk meload driver secara otomatis, jika tidak berhasil juga tekan m untuk me-load driver secara manual.

* Me-load Driver secara Manual (optional) - terjadi jika program tidak segera langsung mendapatkan path system.

Select: [1] m
==== DISK DRIVER / SCSI DRIVER select ====
You may now insert or swap to the SCSI-drivers floppy
Press enter when done:
Found 1 floppy drives
Found only one floppy, using it..
Selected floppy #0
Mounting it..
Floppy selection done..
SCSI-drivers found on floppy:

1 BusLogic.o.gz
2 aic7xxx.o.gz
3 sym53c8xx.o.gz
[ … ]

SCSI driver selection:
a - autoprobe for the driver (try all)
s - swap driver floppy
q - do not load more drivers
or enter the number of the desired driver

SCSI driver select: [q]

Diatas adalah tampilan ketika kita memilih untuk me-load driver secara manual. Tekan a untuk mencoba semua jenis driver yang ada di list. Tapi jika kita mengetahui jenis drver yang kita butuhkan ketikkan saja alfabet atau namanya. tekan enter.

SCSI driver select: [q] a
[ BusLogic.o.gz ]
Using /tmp/scsi/BusLogic.o
PCI: Found IRQ 11 for device 00:10.0

[…. lots of driver / card info …]

scsi0: *** BusLogic BT-958 Initialized Successfully ***
scsi0 : BusLogic BT-958
Vendor: FooInc Model: MegaDiskFoo Rev: 1.0
Type: Direct-Access ANSI SCSI revision: 02

[ … ]

Attached scsi disk sda at scsi0, channel 0, id 0, lun 0
SCSI device sda: 8388608 512-byte hdwr sectors (4295 MB)
Partition check:
/dev/scsi/host0/bus0/target0/lun0: p1
Driver BusLogic.o.gz loaded and initialized.

Untuk keluar dari menu ini tekan q lalu enter.

* Memilih Path Tempat System berada.
Pada dasarnya tiap jenis OS windows memiliki path yang sedikit berbeda. Namun biasanya path akan berada di :

- winnt35/system32/config - Windows NT 3.51
- winnt/system32/config - Windows NT 4 and Windows 2000
- windows/system32/config - Windows XP/2003 dan Windows 2000.

Karena kita menggunakan XP maka path yang akan kita gunakan adalah : windows/system32/config.

Selected 1
Mounting on /dev/ide/host0/bus0/target0/lun0/part1
NTFS volume version 3.1.
Filesystem is: NTFS

=========================================================
. Step TWO: Select PATH and registry files
=========================================================
What is the path to the registry directory? (relative to windows disk)
[windows/system32/config] :
-r——– 1 0 0 262144 Jan 12 18:01 SAM
-r——– 1 0 0 262144 Jan 12 18:01 SECURITY
-r——– 1 0 0 262144 Jan 12 18:01 default
-r——– 1 0 0 8912896 Jan 12 18:01 software
-r——– 1 0 0 2359296 Jan 12 18:01 system
dr-x—— 1 0 0 4096 Sep 8 11:37 systemprofile
-r——– 1 0 0 262144 Sep 8 11:53 userdiff

Select which part of registry to load, use predefined choices
or list the files with space as delimiter
1 - Password reset [sam system security]
2 - RecoveryConsole parameters [software]
q - quit - return to previous
[1] :

Nah kira-kira seperti di ataslah tampilan ketika kita sudah menset dengan benar path direktori system.
Selanjutnya akan saya jelaskan sedikit mengenai pilihan di atas. Pilihan 1 adalah yang akan nanti kita gunakan, pilihan tersebut adalah untuk mereset password pada account tertentu. Pilihan 2 adalah untuk masuk kedalam recovery console jika kita ingin melakukan proses recovery system namun tanpa perlu menggunakan password administrator. Pilihan ketiga adalah untuk keluar.
Kita pilih 1 tentu saja.

* Mereset Password.
Nah inilah saatnya rock n roll.

=========================================================
. Step THREE: Password or registry edit
=========================================================
chntpw version 0.99.2 040105, (c) Petter N Hagen

[.. some file info here ..]

* SAM policy limits:
Failed logins before lockout is: 0
Minimum password length : 0
Password history count : 0

======== chntpw Main Interactive Menu ========

Loaded hives:

1 - Edit user data and passwords
2 - Syskey status & change
3 - RecoveryConsole settings
- - -
9 - Registry editor, now with full write support!
q - Quit (you will be asked if there is something to save)

What to do? [1] -> 1

===== chntpw Edit User Info & Passwords ====

RID: 01f4, Username:
RID: 01f5, Username: , *disabled or locked*
RID: 03e8, Username: , *disabled or locked*
RID: 03eb, Username: , *disabled or locked*
RID: 03ea, Username: , *disabled or locked*

Select: ! - quit, . - list users, 0x - User with RID (hex)
or simply enter the username to change: [Administrator]

Disini kita bisa memasukkan Nama account yang akan kita edit atau RID-nya. Contoh, disini saya akan mereset password account milik saya. Jika kita masukkan nama, ketik Sugeng (case sensitif dan tanpa tentunya). Atau masukkan RID-nya ketik : 0×3eb untuk user Sugeng.

Jika kita tekan enter maka tampilan di bawah ini akan muncul :

RID : 0500 [03eb]
Username: Sugeng
fullname:
comment : Built-in account for administering the computer/domain
homedir :

Account bits: 0×0210 =
[ ] Disabled | [ ] Homedir req. | [ ] Passwd not req. |
[ ] Temp. duplicate | [X] Normal account | [ ] NMS account |
[ ] Domain trust ac | [ ] Wks trust act. | [ ] Srv trust act |
[X] Pwd don’t expir | [ ] Auto lockout | [ ] (unknown 0×08) |
[ ] (unknown 0×10) | [ ] (unknown 0×20) | [ ] (unknown 0×40) |

Failed login count: 0, while max tries is: 0
Total login count: 3

* = blank the password (This may work better than setting a new password!)
nter nothing to leave it unchanged
Please enter new password: *

Jika account di proteksi kita akan diberikan pilihan untuk menghilangkan proteksi tersebut agar kita dapat mengeditnya. Untuk mereset password menjadi blank, kita cukup mengetikkan * , untuk membuat password menjadi blank.

Please enter new password: *
Blanking password!

Do you really wish to change it? (y/n) [n] y
Changed!

Select: ! - quit, . - list users, 0x - User with RID (hex)
or simply enter the username to change: [Administrator] !

Nah kita telah berhasil mereset password kita menjadi blank. Tekan q lalu enter untuk keluar, maka kita akan kembali ke menu pilihan.

======== chntpw Main Interactive Menu ========

Loaded hives:

1 - Edit user data and passwords
2 - Syskey status & change
3 - RecoveryConsole settings
- - -
9 - Registry editor, now with full write support!
q - Quit (you will be asked if there is something to save)

What to do? [1] -> q

Tekan q dan enter lagi, jika kita melakukan perubahan maka kita akan di berikan peringantan apakah kita akan menyimpan perubahan yang kita lakukan tadi.

* Menulis Hasil Editan ke System.

Hives that have changed:
# Name
0 - OK

=========================================================
. Step FOUR: Writing back changes
=========================================================
About to write file(s) back! Do it? [n] : y

Lets do it yo!! Mari kita lakukan!!

Writing sam

NOTE: A disk fixup will now be done.. it may take some time

Mounting volume… OK

Processing of $MFT and $MFTMirr completed successfully.

NTFS volume version is 3.1.

Setting required flags on partition… OK

Going to empty the journal ($LogFile)… OK

NTFS partition /dev/ide/host0/bus0/target0/lun0/part1 was processed successfully.
NOTE: Windows will run a diskcheck (chkdsk) on next boot.
NOTE: this is to ensure disk intergity after the changes

***** EDIT COMPLETE *****

You can try again if it somehow failed, or you selected wrong
New run? [n] : n

Dan akhirnya selesailah, jika tidak terjadi kesalahan maka tampilan di atas akan muncul. Proses disk fixup hanya akan berjalan di sistem dengan format NTFS. Tekan n disini lalu restart tekan CTRL+ALT+DEL dan keluarkan CD bootable tadi. InsyaAllah kita bisa Login ke account kita tanpa menginput password lagi.

MISSION ACCOMPLISH.

Saya tidak bertanggung jawab jika bahasan di artikel ini di salah gunakan untuk menhack komputer orang lain dan terjadi kerusakan. Artikel yang saya buat ini semata-mata untuk membantu jika ada masalah pada komputer milik kita sendiri.

Tips untuk mempercepat Windows XP

Friday, August 22nd, 2008

–>> Mendisable Service Windows yg tidak diperlukan.

–>>Klik start>Run>ketik “services.msc”
–>>Dobel klik service yg hendak diubah
–>>Ubah startup type menjadi ‘Disable”

–>> Matikan System restore

System restore bisa bermanfaat jika komputer bermasalah, akan tetapi semua restore point yg disimpan bisa memakan ruangan yg cukup besar di harddisk. System restore membebani karena selalu memonitor sistem, dengan mendisable system restore maka sebagian resorce bisa dialokasikan untuk hal yg lain.

–>>Buka Control Panel
–>>Klik Performance and Maintenance
–>>Klik System
–>>Klik System Restore tab
–>>Klik ‘Turn off System Restore on All Drives’
–>>Klik ‘Ok’

–>> Mempercepat akses Folder - dengan mendisable Last Access Update.

Jika anda memiliki banyak folder dan subdirectories, maka akses ke Direktory2 Windows XP terasa sangat berat dan seringkali cuman membuang waktu. Dengan mengupdate time stamp di registry, yaitu last access update untuk semua sub directory. Proceed with caution: Langkah berikut bukan untuk Newbie.

–>>1. Start>Run>regedit
–>> “HKEY_LOCAL_MACHINE\System\CurrentControlSet\Contr ol\FileSystem”
–>>Klik kanan di bagian yg kan (cari area yg kosong), lalu pilih ‘DWORD Value’
–>>Bikin DWORD Value dengan nama ‘NtfsDisableLastAccessUpdate’
–>>Klik kanan pada value baru terus pilih ‘Modify’
–>>Ubah data menjadi ‘1′
–>>Klik ‘OK’

–>> Me-non-aktifkan Microsoft System Sounds

Secara default MS sound systems membuat komputer berbunyi/bersuara ketika booting awal, shutdown, error, dll. Skenario suara windows jelas2 membuat komputer lebih lambat (terutama dalam waktu shutdown dan booting awal), untuk me-non-aktifkan silahkan ikuti langkah berikut:

–>>Buka Control Panel
–>>Klik Sounds and Audio Devices
–>>Klik tab Sounds
–>>Pilih “No Sounds” dari Sound Scheme
–>>Klik “No”
–>>Klik “Apply”
–>>Klik “OK”

–>> Mempercepat waktu Boot

Fitur yg lumayan asik dari Windows XP adalah kemampuan untuk mendefrag ketika ada dalam proses booting. Boot Defrag pada prinsip menata file2 yg relevan dengan booting secara berurutan. Secara default fitur ini telah diaktifkan pada beberapa Build Windows, tapi beberapa build windows tidak, ada baiknya kalo kita cross check terhadap fiotur yg satu ini.

–>>Start Menu>Run
–>>Regedit
–>>HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Dfrg\BootOpt imizeFunction
–>>Cari “Enable” dibagian kanan regedit
–>>Klik “Modify”
–>>Pilih “Y to enable”
–>>Reboot

–>> Mempercepat Performa Swapfile

Jika anda memiliki ram lebih besar dari 256MB bisa dibilang tweaking yg ini akan membuat sistem anda berjalan lebih cepat. Tweaking ini pada dasarnya PC kita mengunakan setiap byte dari memori fisik yg terpasang di komputer kita, SEBELUM mengunakan swap file.

–>>Start>Run
–>>”msconfig.exe” ok
–>>Klik tab System.ini
–>>Klik tanda plus pada tab 386enh
–>>Klik kotak new kemudian ketik “ConservativeSwapfileUsage=1″
–>>Klik OK
–>>Reboot

–>> Mempercepat Loading Windows Menu

Tweak ini adalah tweaking yang paling menarik, karena komputer kita terasa lebih cepat. Tweaking ini membuang waktu delay ketika kita mengklik menu dan windows XP menampakkan Menu.

–>>Start>Run
–>>Regedit>Ok
–>>HKEY_CURRENT_USER\Control Panel\Desktop\”
–>>Pilih/Sorot “MenuShowDelay”
–>>Klik kanan dan pilih “Modify’
–>>Ketik angka “100″
Angka 50-150 adalah kisaran yg baik, bisa disesuaikan dengan Mood anda

–>> Mempercepat Loading Program

Tweaking ini bisa berjalan untuk sebagian besar program. Jika program tidak mau loading seperti yg diharapkan, silahkan aja dikembalikan ke setting semula.

–>>Klik kanan pada icon/shortcut yg berkaitan dengan program.
–>>properties
–>>Pada kotak ‘target’, tambahkan ‘ /prefetch:1′ diakhir kalimat.
–>>Klik “Ok”

–>> Mempercepat Shutdown Windows XP

Tweaking ini mengurangi waktu tunggu secara otomatis ketika windows sudah menerima instruksi untuk shutdown.

–>>Start>Run
–>>’Regedit’>OK
–>>’HKEY_CURRENT_USER\Control Panel\Desktop\’
–>>Sorot atau blok ‘WaitToKillAppTimeout’
–>>Klik kanan dan pilih modify
–>>Ubah value menjadi ‘1000′
–>>Klik ‘OK’
–>>Sorot ‘HungAppTimeout’
–>>Klik kanan dan pilih modify
–>>Ubah value menjadi ‘1000′
–>> ‘HKEY_USERS\.DEFAULT\Control Panel\Desktop’ sorot atau blok ‘WaitToKillApp Timeout’
–>>Klik kanan dan pilih modify
–>>Ubah value ke ‘1000′
–>>Klik ‘OK’
17.’HKEY_LOCAL_MACHINE\System\CurrentControlSet\Control\’sorot’ atau blok ‘Wait ToKill ServiceTimeout’
–>>Klik kanan dan pilih modify
–>>Ubah value menjadi ‘1000′
–>>Klik ‘OK’

Say No To Install Ulang

Thursday, August 21st, 2008

Saya membuka thread ini mungkin karena banyak kasus install ulang di teman2 saya dan termasuk di forum tercinta ini.

Mungkin kata2 seperti ini yang sering muncul di saat Windows mengalami error dan crash,

“install ulang aja deh…”

Oke mari kita bahas bersama… Dalam berkomputasi bersama Windows XP sering ada kata2 “install ulang”… Sering dijumpai dan dilakukan… Perlu diingat install ulang merupakan kelakuan para user yg tidak berpikir panjang, sehingga error sedikit, langsung install ulang.

Proses install ulang juga tidak gampang dan memakan banyak waktu, meskipun sudah hapal langkah2nya…

Pengguna Windows ME/2000/XP/Vista pasti tidak ingin hal seperti kerusakan sistem operasi terjadi, karena jika melakukan install ulang, seluruh konfigurasi dan setting2 yang pernah dilakukan selama berkomputasi akan hilang TOTAL…

Begitu juga dengan kasus terinfeksi virus (dan keluarganya), semahal apa pun harga produk antivirusnya kalau tidak diupdate databasenya dgn teratur sama saja bohong… Mungkin antivirus adalah perlindungan premier bagi seluruh pengguna Windows… (mutlak)

Setelah menilik berbagai kasus di atas tentu para pengguna tahu bahwa install ulang tidak akan meyelesaikan masalah secara tuntas, mungkin akan ada masalah baru yang datang setelah install ulang. Seperti hilangnya master2 instalasi program saat ingin di-install, mensetting ulang konfigurasi Windows sesuai selera individu, dan yang lebih parah lagi hilangnya dokumen2 penting dikarenakan lupa dibackup.

Coba baca kasus dibawah ini…
Ada seseorang user yang telah membeli laptop baru berikut sebuah OS Windows XP Home Edition. Dia bangga dengan laptopnya karena bisa melakukan apa saja untuk tugas2 kuliahnya. Kinerjanya yang cepat dan dapat dihandalkan… Sebagai pengaman datanya, antivirus dan firewall sudah di-install, dan selalu di-update dgn teratur…

Seiring dengan waktu, tugas2 kuliahnya menumpuk dan dia akan bekerja lembur dengan laptop kesayangannya itu… Di saat sedang mengerjakan tugas2nya itu, laptopnya mengeluarkan laporan BSOD (Blue Screen Of Death). Dgn sangat terkejutnya dia, laptopnya langsung restart sendiri dan booting ulang, tapi masalah belum selesei disitu. Mendadak Windows mengeluarkan laporan pada saat status booting MS-DOS, yaitu “ntldr is missing”, setelah reboot ulang tetap saja Windows gagal booting dikarenakan file ntldr hilang atau corrupt. Karena banyak tugas yang menumpuk, tanpa berpikir panjang dia langsung mengformat ulang Windows-nya.

(*ntldr digunakan oleh Windows untuk booting)

Mulai dari booting hingga proses instalasi selesei, Windows kembali lagi, namun datang lagi masalah baru yang sangat mengejutkan, HILANGNYA seluruh data/file-file tugas yang telah dia kerjakan selama ini. dan baru sadar bahwa seluruh file tersebut berada di partisi Windows yang telah terformat. Sadar akan hal itu, dia langsung menangis karena tugas2 yang selama ini dia kerjakan hilang, perlu diingat bahwa dia telah mengerjakan tugasnya itu selama berminggu-minggu hingga harus lembur… Ditambah dengan berbagai aplikasi yang terinstall mencapai puluhan, yang dia dapatkan dari rental dan teman2nya ikut HILANG…

——–
Mungkin dengan meilhat kasus diatas, betapa pentingnya melindungi data anda dari segala macam bahaya. Mungkin ini adalah hal sepele, tapi sangat berpengaruh dalam berkomputasi. Menggunakan antivirus dan firewall memang sangat dianjurkan namun itu sangat belum cukup untuk melindungi data dari kasus HILANG…

Maka dari itu dibuatlah software/perangkat yang berfungsi melindungi data2 anda, yaitu fungsi BACK UP. Membuat duplikat data di tempat terpisah (USB HDD/CD/DVD), sehingga pada saat terjadi kasus seperti cerita di atas atau bahkan lebih parah. Dengan adanya backup, tidak perlu risau akan hal-hal yg terjadi seperti kasus tadi karena data2 masih tersimpan aman di media backup.

Jika Windows crash dan tidak bisa booting, tidak perlu bingung jika telah membackup seluruh partisi (dalam hal ini partisi Windows tsb.), dengan fungsi recovery dari media/software backup, Windows akan kembali seperti pada saat sebelum dibackup.

Pada saat melakukan backup terhadap partisi Windows (drive C: biasanya), pastikan tidak ada gangguan apapun di Windows ,seperti pernah error, atau virus dan sebagainya. Sama saja kalau pas melakukan backup ada virus menginfeksi Windows, karena file virus juga ikut “diamankan”…

Untuk yang terbaik, gunakan media eksternal seperti eksternal HDD ato DVD/CD, tapi lebih baik menggunakan HDD karena dapat menyimpan data hingga puluhan GB… Dan proses recoverynya cukup mudah karena hanya menggunakan koneksi USB/FireWire… Boleh juga memakai CD/DVD namun media ini rentan akan kondisi lingkunga…. Namun HDD eksternal tetap yg terbaik bagi pengguna rumahan/pribadi.

Metode backup telah di anut oleh para produsen notebook untuk produk mereka yang telah pre-installed dengan OS Windows. Berbagai macam metode telah disediakan selanjutnya terserah pengguna. Sebagai contoh, produsen ACER menyediakan CD/DVD tambahan yang berlabel “Recovery”, ACER menyediakan bundle ini bagi pengguna yang tidak mau repot dengan instalasi ulang Windows, namun backup yg disediakan oleh ACER (dan produsen lain tentunya), hanya sebatas kondisi saat baru dibeli, sehingga setelah melakukan recovery dengan CD/DVD bawaan produsen, Windows akan kembali seperti saat laptop baru dibeli, termasuk software2 bundel bawaan.

Semoga thread ini membantu dan semuanya dalam hal menangani keamanan data…

Hilangkan budaya “selalu install ulang”…

Hanya ini satu-satunya cara terbaik untuk melindungi partisi Windows dan data-data pribadi anda…

Sebagai informasi, saya selama ini menggunakan Nero BackItUp 2 (Nero 7 Burner suite), disamping prosesnya yang mudah dan relatif efisien, proses recoverynya pun sangat mudah sehingga the best lah untuk saya…

Norton Ghost 10 dan Norton GoBack juga saya pakai karena sebagai pengganti Windows System Restore, Norton Ghost saya pakai untuk mengembalikan data2 yg hilang saat tidak sengaja terdelete atau terserang virus, backup juga…

ALL THE BEST…!!!

Tips Ngerawat Komputer (XP)

Thursday, August 21st, 2008

Bagi yang punya windows xp…. bisa diterapin 100%, yang punya vista ntar dulu… mata gw masih silau ama animasinya vista

1.) Untuk mempercepat waktu boot serta meningkatkan performa sistem, gunakan uang yang anda tabung bukan untuk membeli perangkat lunak pendefrag — pendefrag bawaan Windows sudah cukup bagus — sebaliknya perlengkapi komputer anda dengan Hard drive Ultra-133 atau Serial ATA dengan 8-MB cache buffer.

2.) Jika PC anda memiliki RAM kurang dari 512 MB, tambahkan memory lagi. Cara ini relatif tidak mahal dan mudah dalam pemasangan tapi hasilnya dapat meningkatkan performa sistem secara drastis.RAM, bigger are better

3.) Pastikan XP anda menggunakan file sistem NTFS. jika anda masih belum yakin, caranya,klik ganda ikon My Computer, klik kanan drive C: kemudian pilih Properties. Berikutnya, perhatikan tipe File System, Jika tertulis FAT32, maka back-up data-data penting anda. lalu, klik Start, klik Run, ketik CMD, dan klik OK. pada prompt, ketik CONVERT C: /FS:NTFS lalu tekan Enter. Proses ini akan memakan waktu, sangat penting jika komputer tidak terganggu dan bebas dari virus. system file yang digunakan oleh bootable drive bisa FAT32 atau NTFS. saya sangat merekomendasikan NTFS dengan keamanan, ketahanan serta tingkat efesiensinya yang lebih baik ketimbang FAT32.

4.) nonaktifkan layanan peng-index file. layanan indexing service mengekstrak informasi dari dockmen-dokumen dan file-file lain dalam hard disk lalu membuat “searchable keyword index.”-nya. Dapat anda bayangkan, proses ini lumayan dapat memperlambat system manapun.

tujuan sebenarnya agar user dapat mencari berdasarkan sebuah kata, frase, atau properti dalam suatu dokumen, Saat mereka memiliki ratusan atau ribuan dokumen namun tidak mengetahui nama file dokumen yang dicarinya. fasilitas search bawaan XP masih mampu melakukan pencarian jenis ini tanpa menggunakan layanan pengindex. hanya saja memakan waktu lebih lama karena XP harus memeriksa tiap file.

Kebanyakan orang tidak memerlukan pencarian semacam ini. Yang membutuhkan biasanya perusahaan besar yang memiliki ribuan dokumen yang tersimpan dalam (paling tidak) satu server. namun jika anda system builder yang memiliki klien usaha kecil dan menengah. dan jika klien anda tidak memerlukan fitur pencarian semacam ini, saya rekomendasikan untuk meniadakannya.

begini caranya: pertama, klik ganda ikon My Computer. lalu, klik kanan drive C:, kemudian pilih Properties. Hilangkan tanda check pada “Allow Indexing Service to index this disk for fast file searching.” lalu, klik apply, terakhir klik OK. jika warning atau error message muncul (misalnya “Access is denied”), klik Ignore All.

5.) Update driver chipset video dan motherboard PC anda. update dan konfigurasi BIOS-nya juga. Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengkonfigurasi BIOS anda, lihat buku manual motherbard.

6.) hapus isi folder C:/Windows/Prefetch/ setiap tiga bulan. XP bisa mem”prefetch” porsi tiap data-data dan aplikasi-aplikasi yang sering digunakan. ini bisa membuat proses load lebih cepat ketika aplikasi akan digunakan oleh user.namun bila lama tidak dihapus, folder prefetch bisa penuh dengan references ke file-file dan aplikasi yang sudah tidak terpakai/sudah di uninstall.yang justru membuat performa pc anda menurun,karena melakukan pre-load terhadap file2 prefetch. tidak ada yang fatal didalam folder ini..file2 tersebut aman tuk dihapus

7.) disk cleanup, minimal sebulan sekali. Double klik my computer. klik kiri Drive C trus klik properties. Click the Disk Cleanup button — trus delete semua file2 termporary

8.) Didalem Device Manager, doble klik di IDE ATA/ATAPI Controllers device, pastiin DMA di enabled untuk tiap drive. caranya doble klik di Primary IDE Channel. klik Advanced Settings tab. panstiin Transfer Mode di set ke “DMA if available” buat Device 0 dan Device 1. lakukan hal yang sama terhadap Secondary IDE Channel.

9.) ganti kable drive2.teknologi hdd udah makin berkembang,tapi percuma kalo masih pake kable lawas..pastiin pake 80-wire Ultra-133 cable di semua IDE drive , jangan lupa pastiin posisi jumper master/slave.

10.) bersihin spyware dari PC. pake yang gratisan,seperti AdAware by Lavasoft atau SpyBot Search & Destroy. kalo udah di-install, pastiin udah ter-update sebelum scanning.remove semuanya. software2 gratisan yang butuh spyware buat jalan ga bakal jalan lagi kalo masih pengen pake meskipun udah tau ada spywarenya, install lagi aja.

11.) uninstall program2 yg ga kapake/ga penting.

12.) jangan lupa remove juga item2 yang dimasukin ama program tersebut dari windows start up pake MSCONFIG utility. caranya: klik Start>Run>ketik MSCONFIG, trus klik OK. plilih start up tab,uncheck item yang ga pengen mulai saat windows start.kecuali antivirus pastinya, kalo ragu2 googling pake kata kunci dari nama item tersebut.

13.) matiin windows animations, trus disable active desktop. caranya klik system icon di control panel.klik Advanced tab. select Settings button (dibawah performance).

14.) (bukan promosi) pake Tweak XP buat utak atik registry biar ga pusing…hampir semua menu n item ddlm tweak xp adalah shortcut buat ngerubah registry yang bisa ningkatin performa pc…

15.) update, update, update, update ur operating systems. caranya aktifin microsoft auto update atau pergi ke situs microsoft

16.) update anti-virus software secara teratur.pastiin pake satu jenis anti virus. Mixing/combine anti-virus software merupakan jalan bebas hambatan buat nurunin performa n reliablity.

17.) xp punya banyak fonts, berapa banyak yang kita pake dalam satu waktu, bagusnya pastiin ga lebih dari 500 fonts di pc kamu, makin banyak fonts yang ada makin lambat pc kamu.

18.) jangan bikin partisi. file system NTFS berjalan lebih efisien di dalem 1 partisi yang gede. toh datanya ga bakalan lebih aman kalo di taruh di partisi yang beda karena untuk reinstall windows sebenrnya ga perlu re-format. sama aja kayak naruh semua file di drive D: ama naro semua file di dalem folder C:/my documents/File Gua/ toh kita bisa bikin struktur folder yang sama baik didalem partisi maupun folder. lagian free space-nya ga akan kepotong ama partisi(tiap2 partisi butuh space buat nyimpen informasi/MFT)-careful on this step, you could lost your files….

19.) pastiin ram masih optimal. test pake MemTest86.bisa pake bootable CD atau diskette, program tsbt bakal njalanin 10 test yang lumayan extensive buat ram. seenggaknya tunggu sampai test ke tiga (kalo ga sabar dari pada nunggun sampe test ke 10)kalo program nemuin error, matiin PC, cabut kabel, pake sandal japit, cabut rammnya (w anggep u punya ram lebih dari dua) trus jalanin lagi testnya. memory yang error ga bisa dibenerin, diganti bisa…

20.) update firmware cd/dvd drive….bisa dicari di paman google or http://www.x-drivers.com/catalog/bios_firmware/index.html

21.) disable services yang nggak kpake. Windows XP nge-load services yang sbenernya belum tentu kita butuhin.check ke situs http://www.blackviper.com buat konfigurasi Windows XP.

22.) pisahkan proses explorer, caranya buka windows explorer, klik tools,klik view, cari “Launch folder windows in a separate process” trus cheklist n tekan ok

23.) seenggaknya, setahun sekali minta maaf ma kedua orangtua terutama ibumu, hehehehe. maksudnya bersihin daleman PC. skalian pastiin kipas2nya masih bisa muter optimal, jangan lupa buat ngecek kapasitor, mungkin ada yang meledak atau bocor, atau gosong..

bakalan kerasa deh perbedaanya, komputer yang terawat ama komputer yang tidak terawat.
jangan lupa buat defrag hardisk secara reguler, file2 jadi lebih cepat dipanggil dan gampang dipulihin/direstore kalo hardisk jebol.

moga2 bisa bermanfaat……untuk kesejahteraan komputer…

Easter Eggs win xp

Thursday, August 21st, 2008

Easter Eggs (Telur Paskah) adalah berita atau fitur yang disembunyikan dalam sebuah aplikasi. Hal-hal di bawah ini mencoba mengungkapkan fitur yang tersembunyi dalam Windows Xp.

[sori, yang berikutnya tolong diterjemahkan sendiri, gw merasa kagok menterjemahkannya]

1. Application Secrets.

Defrag
Secret - Hidden Command Line Switch
Instructions - Go to “Start”, “Run” and Type defrag c: -b to defragment the Boot and Application Prefetch information. Similar to what BootVis invokes.

Paint
Secret - Image Trails
Instructions - Open an image and hold down Shift then drag the image around to create an image trail.

Secret - 10 X zoom
Instructions - Open an image and select the magnifying glass icon. Left-click exactly on the line below the 8 X.

2. OS Secrets.

Add/Remove
Secret - Hidden Uninstall Options
Instructions - Warning: Preceed at your own risk.
Browse to C:\Windows\inf\ and make a backup copy of sysoc.inf. Then open the original file C:\Windows\inf\sysoc.inf in notepad. Go to “Edit” and select “Replace”. In “Find what” type, hide and in “Replace with:” type, then select “Replace All”, save and close the file. Go to the control panel, “Add/Remove”, select “Add/Remove Windows Components”. You will now see many more Windows components to uninstall. Do not remove anything with no label or that you do not recognize or fully understand what it does. Doing so can break certain functionality in Windows.

Control Panel
Secret - Hidden Control Panel Extensions
Instructions - Download and install Tweak UI, launch, go to “Control Panel” and check any item not selected, then “Apply” and “OK”. You will now see the hidden control panel extensions.

Device Manager
Secret - Hidden Devices
Instructions - Go to the control panel, “System” icon, “Hardware” tab and select “Device Manager”. Select View and Show hidden devices.

Music
Secret - Music from the Installer
Instruction - Browse to C:\Windows\system32\oobe\images\title.wma and play

Shutdown
Secret - Display Hibernate Option on Shut Down dialog.
Instructions - Go to “Start”, “Turn Off Computer” and press either Shift key to change “Stand By” button to “Hibernate”.

10 Langkah Instalasi Windows XP dengan USB

Thursday, August 21st, 2008

Tips & Tricks
10 Langkah Instalasi Windows XP dengan USB
Penulis: Eko Ramaditya Adikara - detikinet

Jakarta - Pembaca, saat ini, keberadaan laptop mungil tengah menawan hati sebagian besar pengguna komputer jinjing. Bagaimana tidak? Walaupun terkadang spesifikasi sebuah subnotebook tidak semumpuni notebook-notebook berukuran lebih besar, ukurannya yang mini dan kemampuannya yang dapat mengakomodasi kebutuhan berkomputer sehari-hari menjadikan subnotebook sebagai salah satu gadget yang sangat diminati, disamping harganya yang lebih terjangkau, tentu saja.

Nah, salah satu usaha produsen subnotebook untuk “merampingkan” produknya adalah dengan meniadakan perangkat optical drive, seperti CD-ROM/RW atau DVD-ROM/RW. Komponen yang digunakan untuk mengakses keping CD atau DVD ini memang cukup menyita ruang dan sumber daya.

Sebagai konsekuensinya, pemilik subnotebook tak dapat mengakses CD atau DVD di subnotebook-nya, atau terpaksa membeli external optical drive yang tetap dijalankan via port USB yang tersedia.

Salah satu masalah yang timbul akibat ketidaktersediaan optical drive pada subnotebook adalah kesulitan saat hendak melakukan instalasi aplikasi ataupun sistem operasi. Tak jarang pengguna harus menyalin aplikasi atau sistem operasi yang hendak di-install ke dalam USB flash disk, atau mencolok external optical drive dan melakukan instalasi seperti biasa. Namun, tentu saja hal ini sangat merepotkan, mengingat tak banyak pengguna awam yang mengetahui prosedur instalasi aplikasi atau sistem operasi via flash disk, dan harga sebuah external optical drive yang tidak murah.

Contoh kasus, andaikan kita hendak mengganti sistem operasi Xandros Linux yang terpasang di subnotebook Asus Eee PC dengan Windows XP, maka kita harus menginstal via external optical drive. Mungkin tak terlalu memusingkan bagi Anda yang punya cukup dana untuk membeli sebuah external optical drive, namun bagaimana dengan Anda yang sejak awal ingin berhemat dengan membeli subnotebook?

Nah, lewat artikel ini penulis ingin berbagi tips membuat modul instalasi Windows XP menggunakan media USB flash disk, yang tentunya akan menghemat biaya dan menjadikan pembaca lebih pintar. Modul instalasi ini tak hanya dapat diimplementasikan dalam instalasi ke subnotebook saja, tapi juga dapat diaplikasikan pada komputer mana pun yang sudah memiliki fitur untuk booting via USB.

“Gampang! Tinggal salin file instalasi Windows XP ke flash disk!” Mungkin itu yang terlintas di benak Anda, tapi percayalah bahwa membuat modul instalasi Windows XP tidak semudah itu. Namun jangan khawatir, karena dengan mengikuti langkah-langkah berikut, proses pembuatan modul instalasi Windows XP pun tak terlalu sulit dilakukan.

Yang Harus Disiapkan:

1. Sebuah komputer yang dilengkapi optical drive (CD atau DVD) dan port USB yang dapat bekerja dengan baik.
2. Sebuah USB flash disk berkapasitas 1 atau 2 GB.
3. CD instalasi Windows XP.
4. Aplikasi pembuat modul instalasi (USB_PREP8 dan PEtoUSB) yang dapat diunduh cuma-cuma melalui link http://www.sendspace.com/file/7n781n
5. Do’a dan keberanian!

Langkah-langkah Pembuatan:

1. Tancapkan USB flash disk ke salah satu port USB. Ingat-ingat posisi drive-nya. Apakah F:, G:, H:, dan sebagainya.

2. Saat Anda berada di posisi normal (desktop), masukkan CD instalasi Windows XP ke optical drive. Jika komputer menjalankan proses instalasi secara otomatis, batalkan saja dan tutup semua aplikasi yang tengah berjalan.

3. Unduh dan ekstrak aplikasi yang penulis berikan. Saran penulis, ekstrak seluruh isinya ke sebuah folder, semisal C:\USB.

4. Selanjutnya, buka folder di mana Anda mengekstrak aplikasi modul pembuat instalasi, kali ini kita ambil contoh C:\USB.

5. Jalankan file bernama “usb_prep8.bat” maka di layar monitor akan tampak jendela Command Prompt berisi macam-macam perintah. Jika sudah muncul tulisan “Press any key to continue,” tekan sembarang tombol untuk konfirmasi.

6. Di layar akan muncul jendela PEtoUSB yang meminta Anda memformat USB flash disk Anda. Tak perlu mengubah setting apa pun, langsung klik Start untuk mulai proses format. Jawab konfirmasi sesuai kebutuhan Anda.

7. Jika sudah selesai, tutup jendela PEtoUSB (jangan menutup jendela Command Prompt yang tadi terbuka ketika Anda menjalankan usb_prep8.bat), maka di layar akan muncul opsi-opsi dari 0 hingga 5.

8. Gunakan opsi 1 untuk memilih sumber file instalasi yang nantinya akan disalin ke flash disk. Disini, tentukan di drive mana Anda menyimpan instalasi Windows XP. Pilih saja optical drive di mana sudah ada CD Windows XP di dalamnya, atau pilih folder pilihan Anda jika Anda telah menyalin file instalasi Windows XP ke folder tertentu.

9. Pilih opsi 3 untuk menentukan di mana Anda mencolok flash disk. Kalau flash disk Anda berada di drive F:, maka ketik F dan tekan ENTER. Jika drive G: maka ketik G dan tekan ENTER, begitu seterusnya berlaku untuk drive lain.

10. Selanjutnya pilih opsi 4 untuk mulai proses pembuatan modul instalasi yang nantinya akan disalin ke flash disk secara otomatis. Jawab apa pun konfirmasi yang muncul dengan Y atau YES atau OK atau bentuk persetujuan lain.

Selesai! Kini flash disk Anda telah siap digunakan untuk instalasi Windows XP! Silahkan melakukan setting pada BIOS subnotebook Anda, dan pilih Removeable Disk (atau apa pun nama lainnya) sebagai media pertama yang dijalankan saat booting.

Mengingat teknik instalasi semacam ini juga tersedia di internet, Anda juga bisa mencarinya via mesin cari. Selamat mencoba…!

Penulis, Eko Ramaditya Adikara (Rama), adalah seorang tuna-netra yang gemar menulis menggunakan komputer. Penulis tergabung dalam Yayasan Mitra Netra (MitraNetra.or.id). Blog pribadinya dapat dibaca di alamat www.ramaditya.com.

Cara setting GPRS/WAP/MMS/3G & setting Handphone utk GSM

Thursday, August 21st, 2008

AXIS http://www.axisworld.co.id
Call Center: 838

setting otomatis bisa ke http://webconfig.axisworld.co.id/?lang=id

Setting GPRS/WAP
Profile Name : AXIS
APN: AXIS
user: AXIS
password : 123456
Homepage URL : http://wap.axisworld.co.id
IP Address : 10.8.3.8
Port: 9201 atau 8080
Authentication : Normal

Setting MMS
Profile Name : AXISmms
APN: AXISmms
username: AXIS
pass: 123456
mms gateway: 10.8.3.8
Port: 9201 atau 8080
mms URL: http://mmsc.AXIS

Setting: Streaming
Connection Name : AXISstream
Data Bearer : GPRS atau PS
Access Point Name (APN) : AXIS
Username : AXIS
Password : 123456
Use Proxy : No

———–

Mentari http://www.klub-mentari.com/
Call Center: 222

Setting GPRS/WAP utk data based Rp.1/Kb
Profile Name : INDOSATGPRS
Homepage URL : http://wap.klub-mentari.com
IP Address : 10.19.19.19
Bearer : GPRS
User Name : indosat
Password : indosat
APN : indosatgprs

Setting MMS
Profile Name : INDOSATMMS
Connection URL : http://mmsc.indosat.com
IP Address : 10.19.19.19:8080
Bearer : GPRS
User Name : indosat
Password : indosat
APN : indosatmms

———–

Matrix Indosat http://www.matrix-centro.com/
Call Center: 111 (dr kartu Matrix anda)

Setting GPRS/WAP
Profile Name : satelindo
Homepage URL : http://wap.matrix-centro.com
IP Address : 202.152.162.250
Bearer : GPRS
User Name :
Password :
APN : satelindogprs.com

Setting MMS
Profile Name : sat-mms
Connection URL : http://mmsc.satelindogprs.com
IP Address : 202.152.162.88
Bearer : GPRS
User Name : satmms
Password : satmms
APN : mms.satelindogprs.com

——

IM3 Indosat http://www.m3-access.com/
Call Center: 300 (dr kartu IM3 anda)

Setting GPRS/WAP utk data based Rp.1/Kb
Access Point Name (APN) : www.indosat-m3.net
Username : gprs
Password : im3
Gateway IP : 010.019.019.019
Port : 9201 atau 8080
Homepage : http://wap.m3-access.com

Setting MMS
Data bearer : GPRS
Access Point Name (APN) : mms.indosat-m3.net
Username : mms
Password : im3
Gateway IP : 010.019.019.020
Port : 8081
Homepage : http://mmsc.m3-access.com

———-

3 (Three) http://www.three.co.id/
Call Center: 123 (dr kartu 3 anda)

Setting GPRS/WAP
Data Bearer: GPRS
Access point name: 3gprs
User name: 3gprs
Password: 3gprs
Home: http://wap.three.co.id
Phone IP Address: Automatic
Proxy Server Address: 10.4.0.10
Proxy port number: 3128

Setting MMS
Connection name: 3mms
Data bearer: GPRS
Access point name: 3mms
User name: 3mms
Prompt Password: No
Password: 3mms
Authentication: Normal
Gateway IP address: 0.0.0.0
Homepage: http://mms.three.co.id
Phone IP address: Automatic
Primary name server: 0.0.0.0
Secondary name server: 0.0.0.0
Proxy server address: 10.4.0.10
Proxy port number: 3128

——

Telkomsel (Simpati, AS, Halo) http://www.telkomsel.com/
Call Center: 111 (pascabayar) & 116 (prabayar) (dr kartu Telkomsel anda)

Setting GPRS/WAP utk data based Rp.5/Kb
Connection name: APN Telkomsel
Data bearer: GPRS
Access Point Name: telkomsel
User name: wap
Prompt password: No
Password: wap123
Authentication: Normal
Homepage: http://wap.telkomsel.com
Gateway IP address: 010.001.089.130
Connection security: Off
Session mode: Permanent

Khusus pelanggan Kartu Halo tersedia paket unlimited harga terjangkau dan utk Simpati & As tersedia paket data prabayar hemat di http://www.telkomsel.com/web/hot_offering

Setting MMS
Connection Name : APN MMS
Data Bearer : GPRS
Access Point Name : mms
Username : wap
Prompt Password : No
Password : wap123
Authentication : Normal
Gateway IP address : 10.1.89.150
Homepage : http://mms.telkomsel.com
Connection Security : Off
Session Mode : Permanent

Setting Telkomsel Flash

Connection Name : TSEL-FLASH
Data Bearer : GPRS
Access Point Name : flash
Username : wap
Prompt Password : No
Password : wap123
Authentication : Normal
Gateway IP address : 10.1.89.130
Homepage : http://wap.telkomsel.com
Connection Security : Off
Session Mode : Permanent

——

XL (Jempol, Bebas, XPlor) http://www.xl.co.id/
Call Center: 818 (dr kartu XL anda)

Setting GPRS/WAP
Connection name: XL-GPRS
Data bearer: GPRS
Access Point Name: www.xlgprs.net
User name: xlgprs
Prompt password: No
Password: proxl
Authentication: Normal
Homepage: http://wap.xl.co.id
Gateway IP address: 202.152.240.050
Connection security: Off
Session mode: Permanent

Setting MMS
Connection Name : XL-MMS
Data Bearer : GPRS
Access Point Name : www.xl.mms.net
Username : xlgprs
Prompt Password : No
Password : proxl
Authentication : Normal
Proxy address : 202.152.240.50
Homepage : http://mmc.xl.net.id/sevlets/mms
Connection Security : Off

——–

Cara mengaktifkan layanan 3G

Biasanya dengan cara mengetik SMS dan dikirimkan ke nomor tertentu. Info lebih lanjut silakan cari informasinya di masing2 website resmi operator SIM cardnya atau hubungi masing2 call center SIM cardnya.

———-

Opera Mini
: software utk browsing internet di handphone

Utk browsing lebih enak pakai Opera Mini. caranya:
- langsung ketik operamini.com atau wap.operamini.com di WAP browsernya lalu ikuti step2nya.
- atau bisa juga download file .jar di www.operamini.com ke PC utk selanjutnya dipindah ke handphone pakai kabel data atau bluetooth lalu install secara manual melalui handphone.

Nanti setelah diinstall ke hape di Opera Mini-nya ada option settingan buat nonaktifkan tampilan gambar utk menghemat biaya GPRS Opera Mini + kartu IM3 itu kombinasi yg bagus krn sejauh ini tarifnya cuma Rp.1/kb.

Opera Mini hanya bisa diinstal di ponsel yg support Java application dan punya fitur GPRS/WAP.

Cara Setting Modem GPRS/3G Mobile Internet Connection

Thursday, August 21st, 2008

A. Setting Umum

Modem Installation

Langkah 1

Start – Control Panel > Phone and Modem Options > Tab Modems > Pilih modem HP anda > Properties > Tab Driver > Update Driver… > Pilih Install from a list or specific location (Advanced) > Next > Pilih Don’t search. I will choose the driver to install > Next > Have Disk… > Browse… > Cari folder driver modem handphone anda > Open > OK > Next-next aja terus.

Langkah 2

Start > Settings > Control Panel > Phone and Modem Options > Pilih modem anda > Klik Properties > Pilih tab Advanced > Di Extra initialization commands, masukkan Code: AT+CGDCONT=1,”IP”,”Mygprs” > OK (contoh : AT+CGDCONT=1,”IP”,”indosatgprs”

Connection Installation

Start > Control Panel > Network Connections > New Connection Wizard > Next > Connect to the Internet > Next > Set up my connection manually > Next > Connect using a dial up modem > Next > Pilih modem anda > Next > Ketik ‘indosatgprs’ > Next > Ketik *99***1# > Next > Ketik di box Username: indosat@durasi > Ketik di box Password : indosat@durasi> Ketik di box Confirm : andalas123 > Next > Finish

Optimizing Connection

Klik kanan di Mygprs > Properties > Masuk tab Security > Check “Advanced (Custom Setting) > Klik “Settings” > Check bagian “Allow these protocol” > Hanya check bagian “Unencrypted Password (PAP) > Bagian lain di uncheck > OK

B. Setting Motorola E398/V3/V620/V555

Posisi Layar standby > Lalu Tekan Menu > Pilih Web Access, > Select > Pilih Web Sessions > Select > Pilih New Entry > Select > Lengkapi parameter sbb: > Name : indosatgprs > Homepage : http://www.google.co.id (bebas yang penting di isi) > GPRS APN : indosatgprs > User Name : indosat@durasi > Password : indosat@durasi > (parameter selain diatas tidak perlu dilengkapi atau di rubah) > Tekan Done, setelah terisi lengkap > Pilih Mygprs > Tekan Menu > Pilih Set Default > Select > Tekan Back untuk kembali ke posisi layar standby

C. Setting Sony Ericsson K510

Pilih Menu > Setting > Connectivity > Data Comm. > Data Accounts > New Account > Account Type : GPRS Data > Name : indosatgprs > APN : indosatgprs > User Name : indosat@durasi > Password : indosat@durasi > Pilih Save > Kemudian langkah berikutnya adalah setting internet profile > Pilih Menu > Setting > Connectivity > Internet Settings > Internet Profiles > New Profiles > Name : Mygprs > Connect Using : Pilih Mygprs > Untuk browsing silakan anda pilih Menu > Internet Services > More > Go To > Enter Address > New Address. Silakan URL halaman web yang ingin anda kunjungi misalnya http://www.google.co.id. kemudian pilih Enter. Jika masih gagal membuka halaman web, Silakan anda pilih Menu > Setting > Connectivity > Data Comm. > Data Accounts > Mygprs (Atau koneksi anda), pilih Edit > Authentication > Aktifkan hanya pada pilihan PAP, Kemudian di simpan.

D. Setting Nokia 6600

Pilih Menu > Services > Option > Settings > Default Acces Point > Options > New Access point > Use default settings > SETTING PARAMETER GPRS > Kemudian ubah setiap parameter GPRS dengan rincian sebagai berikut: Connection name : indosatgprs > Data bearer : GPRS > Access point name : indosatgprs > User name : indosat@durasi > Prompt Password : No > Password : indosat@durasi > Authentication : Normal > Homepage : www.google.co.id > Connection Security : off > Session mode – permanent.

E. Setting Nokia 6020

Contoh instalasi modem dan setting koneksi menggunakan Nokia 6020 sebagai modem menggunakan sistem operasi Windows XP SP2. Sambungkan handphone atau gprs modem anda ke komputer, bisa via kabel data, infra red atau bluetooth. Koneksi yang baik adalah menggunakan kabel data USB > Install driver modem dari CD bawaan handphone/gprs modem, jika anda tidak memilikinya, anda bisa download di website pembuatnya atau search di google > Setelah anda memastikan gprs modem driver terinstall sempurna, dengan cara “klik kanan icon My Computer”, pilih properties > Maka akan keluar jendela System Properties > Pilih tab Hardware, klik device manager. Pastikan modem sudah terinstall > Kemudian klik kanan di “Nokia 6020 Modem” > Akan keluar Modem Properties. > Untuk memastikan bahwa modem sudah terisntall dengan sempurna, klik query Modem. > Maka proses pengecekan apakah modem sudah terinstall dengan baik akan dimulai. > Setelah itu klik OK, hingga semua jendela tertutup. Selanjutnya masuk ke desktop. > Klik dua kali My Network Places. > Klik View network connections. > Setelah itu pilih Create a new connection, maka akan keluar New connection Wizard. > Pilih next. > Pilih Connect to the Internet, klik next. > Pilih Set up my connection manually, klik next. > Pilih Connect using a dial up-modem. lalu klik next. > Pilih modem yang anda install tadi, lalu klik next. > Isi ISP Name dengan indosatgprs, lalu klik next. > Isi Phone number dengan *99***1#, lalu klik next. > Isi Username dengan : indosat@durasi, Password dan Confirm password dengan : indosat@durasi, lalu klik next. > Tandai pada kotak Add a shortcut to this connection to my desktop, lalu klik Finish. > Untuk memulai koneksi, klik Dial. Jika komputer sudah terkoneksi, silahkan gunakan untuk browsing, chatting, dan hal lain sesuai kebutuhan anda. Untuk mengakhiri koneksi, klik kanan icon dua komputer di system tray, lalu klik disconect. Untuk memulai koneksi dari awal, klik icon Mygprs di desktop. Maka akan muncul seperti pada langkah yang bergaris bawah diatas. Klik dial, tunggu hingga connect. Untuk pengguna HP Nokia/Sony Ericsson/Motorola/Samsung/dll, lebih mudah jika menggunakan PC suite. Jika anda tidak mempunyai sofwarenya untuk Nokia silahkan download disini (filenya sangat besar sekitar 22MB), untuk Sony Ericsson/Motorola/Samsung/dll silahkan download disini (filenya sangat besar sekitar 48.8 MB) atau lebih baik hubungi customer service Nokia/Sony Ericsson/Motorola/Samsung terdekat untuk mendapatkan copy dari PC Suite. Install PC suite dan driver data kabel, setelah itu anda hanya perlu mengisi APN, username, dan pasword untuk setting di PC/komputer anda, untuk setting di handphone lihat di atas. Yang penting baik setting di handphone atau di PC/Laptop, APN : indosatgprs, Username: indosat@durasi, password: indosat@durasi.

F. Setting Data Card 3G PCMCIA/USB atau PDA Phone

Cara setting sama seperti di atas (lebih simple), klik setting lalu klik network connection setting, isi APN, username, password, dan pilihlah ‘authentication protocolnya ‘PAP’. Beberapa perangkat memiliki ‘default setting’ pada model authentication CHAP, maka anda perlu menggantinya dengan PAP. Setiap perangkat memiliki prosedur yang berbeda untuk mengganti jenis authentication tersebut. Jika anda menggunakan PDA Phone, maka anda dapat mengganti authentication tersebut pada menu ‘GPRS Setting’.